Selasa, 14 Oktober 2014

Asal Usul Batik

     Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak Motif Batik - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna Motif Batik pada Baju Batik "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing.

     Jadi kain Baju Batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak Batik Solo dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - 
bukan kain batik. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.

Senin, 06 Oktober 2014

Perbedaan Batik Tulis Dan Batik Cap

*Batik Tulis

     Dikerjakan dengan menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain. Bentuk gambar/desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap. Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus. 
       Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motif (batik tulis putihan/tembokan). Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar lainnya. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis relatif lebih lama (2 atau 3 kali lebih lama) dibandingkan dengan pembuatan batik cap. 

Rabu, 01 Oktober 2014

Batik Cap Sekar Jagad

Hijau



Info : Motif terdiri dari parang, kawungan, bunga, dan truntum

Filosofi : maknanya adalah peta dunia. “Kar” dalam bahasa Belanda berarti peta dan “Jagad” dalam bahasa Jawa berarti dunia, sehingga motif ini juga melambangkan keragaman baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Batik ini menggambarkan bentuk kebaikan dan biasa dipakai oleh orang ahli, orang pintar, dukun istana dan keraton. Motif ini mengandung makna kecantikan dan keindahan sehingga orang lain yang melihat akan terpesona.

Batik Cap Kembang Kertas



Violet



Hijau


Info : Motif terdiri dari kembang/bunga kertas

Pembuatan : Dibuat dengan pewarnaan sintetis, dengan bahan warna indigosol pakai sistem colet dan celup

Warna Dasar : Hijau dan violet

Batik Cap Anggrek Bulan



Biru



Biru


Info : Motif terdiri dari bunga anggrek dan daun kecil

Filosofi : cinta murni, cinta yang tulus dan pehuh harapan, perdamaian, hormat, keindahan

Pembuatan : Dibuat dengan pewarnaan sintetis, dengan bahan warna indigosol pakai sistem colet dan celup

Selasa, 30 September 2014

Batik Tulis Podang Sekar Kawung

Merah




Info : Motif terdiri dari sepasang burung kepodang dan bunga krisan

Filosofi : Kawung melambangkan kebijaksanaan dan keseimbangan hidup dan burung kepodang sendiri melambangkan kekompakan, keselarasan dan keindahan budi pekerti sekaligus juga melambangkan anak atau generasi muda

Pembuatan : Dibuat dengan pewarnaan sintetis, dengan bahan warna indigosol

Batik Phoenix

Merah






Info : Motif terdiri dari daun Kendal, burung phoenix, dan kembang/bunga sepatu bertumpuk

Pembuatan : Dibuat dengan pewarnaan sintetis, dengan bahan warna indigosol

Warna Dasar : Merah maroon

Batik Tulis Daun Kendal

Hijau

Biru




Info : Terdiri dari daun Kendal dan Kupu-kupu

Pembuatan : Dibuat dengan pewarnaan sintetis, dengan bahan warna indigosol

Warna Dasar : Hijau dan biru

Kain : Kain Premis (2,5 x 1,15 m)

Batik Tulis Lereng Daun

Merah




Info : Motif terdiri dari daun Kendal, bunga sepatu, dan burung gereja

Pembuatan : Dibuat dengan pewarnaan sintetis, dengan bahan warna indigosol

Warna Dasar : Merah

Batik Tulis Kembang Setaman

Hijau
Merah




Info : Bercorak kembang/bunga yang berada di taman

Filosofi : kembang atau bunga yang mempunyai makna filosofi mendapatkan keharuman, keharuman dari orang tua kita dan para leluhur pendahulu kita. Keharuman adalah kiasan berkah-safa'at yang berlimpah dari leluhur agar dapat mengalir kepada anak cucu. Kembang setaman dijawa yang terdiri Kantil,mawar,melati dan kenanga

Pembuatan : Dibuat dengan pewarnaan sintetis, dengan bahan warna indigosol

Warna Dasar : Hijau dan merah

Batik Tulis Pring Sedapur

Hijau




Info : Motif terdiri dari pring,  dalam bahasa Indonesia pring adalah bambu. Pring Sedapur berarti Serumpun pohon bambu

Filosofi : Tanaman pring/bambu biasa hidup bergerombol, membentuk satu kekuatan. Bambu jika bersatu akan menjadi sebuah kekuatan, jika diurai menjad sebuah tali yang sangat erat

Pembuatan : Dibuat dengan pewarnaan sintetis, dengan bahan warna indigosol

Warna Dasar : Hijau dan merah bata

Rabu, 17 September 2014

Batik Tulis Pringkuntul

Hijau




Merah maroon



Info : Motif terdiri dari pring sedapur dan burung kuntul (burung bangau), dalam bahasa Indonesia pring adalah bambu.  Pring Sedapur berarti Serumpun pohon bambu

Filosofi : burung kuntul merupakan representasi dari gaya hidup sosial yang lebih mementingkan kebersamaan, serasa dan sepenanggungan di antara sesamanya. Hal ini di ilhami dari cara hidup burung kuntul/bangau yang selalu memanggil teman-temannya dikala mendapatkan makanan. Sedangkan pring/bambu Sedapur biasa hidup bergerombol, membentuk satu kekuatan. Bambu jika bersatu akan menjadi sebuah kekuatan, jika diurai menjad sebuah tali yang sangat erat